Lembaga Sertifikasi Kompetensi Elektronika (Teknik HP, Teknik AC, Teknik Elektronika Dasar)
Pembentukan LSK Elektronika

Lembaga Sertifikasi Kompetensi - Elektronika adalah lembaga pelaksanaan kegiatan sertifikasi Kompetensi yang memperoleh Pengakuan dari Direktorat Vokasi Pendidikan dan Kebudayaan Republik IndonesiaPengakuan ini diberikan melalui proses Penilaian yang sah serta legal oleh Kemdikbud selaku Pelindung, Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi selaku Pembina LSK-E, direktorat kursus dan pelatihan selaku pengarah yang menyatakan bahwa LSK bersangkutan telah memenuhi syarat untuk melakukan kegiatan sertifikasi kompetensiLSK-E di dukung oleh Asosiasi Teknisi Elektronika Indonesia dengan tujuan utama melaksanakan sertifikasi kompetensi terhadap peserta didik dari Lembaga Pendidikan Kursus dan Pelatihan, Universitas, Politeknik, Sekolah Formal dan Nonformal, Lembaga Kursus dan Pelatihan.
Pembentukan LSK Elektronika merupakan upaya penguatan pendidikan vokasi dan menjadi salah satu wujud implementasi Revitalisasi pendidikan dalam Rangka Peningkatan Kualitas dan Daya Saing SDM Indonesia. LSK Elektronika dipersiapkan pembentukannya oleh suatu panitia kerja yang dibentuk oleh atau dengan dukungan asosiasi industri terkait. Susunan panitia kerja terdiri dari ketua bersama sekretaris bendahara dibantu empat ketua bidang (ketua bidang promosi dan kerjasama antar lembaga, ketua bidang pengujian dan sertifikasi, ketua bidang penjaminan mutu, Ketua Bidang Pembinaan Penguji dan Tempat Uji Kompetensi).LSK Elektronika telah memenuhi kriteria dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan untuk melakukan sertifikasi kompetensi dengam memiliki kelengkapan Master Penguji, TUK dan penguji, PMUK (Pedoman Materi Uji Komptensi) sesuai SKL (Standar Kompetensi Lulusan)
No SK                           : KEP/44/B.B3/KK/2015Asosiasi Pendukung     : Asosiasi Teknisi Elektroteknika Indonesia
Jenis Lembaga             : Lembaga Sertifikasi KompetensiBidang Sertifikasi          : 1. Perbaiakan Pendingin dan Tata Udara (AC)                                        2. Perbaikan Telepon Selular (HP)                                        3. Elektronika Dasar (ELDAS)
Fungsi LSK Elektronika
LSK Elektronika berfungsi untuk menyertifikasi peserta uji kompetensi bidang Elektronika (AIR CONDITIONER, TELEPON SELULAR, Elektronika Dasar) yang di nyatakan kompeten setelah melalui sistem pengujian yang TERBUKA, ADIL, TERUKUR dan OBJEKTIF. Peserta yang di nyatakan kompeten (minimal nilai UJK teori 80, minimal nilai UJK praktek 80) peserta akan di berikan Sertifikat sebagi tanda dan bukti telah kompeten mengikuti Sertifikasi Kompetensi di LSK Elektronika. LSK Elektronika tidak memiliki nama LSK lain selai LSK-Elektronika itu sendiri, LSK Elektronika memiliki sebaran Tempat Uji Kompetensi yang tersebar di setiap Provinsi di Indonesia. Sertifikat Kompetensi yang di keluarkan oleh LSK Elektronika sebagai pengakuan kompetensi yang di peroleh oleh peserta UJK ketika di lakukan pengujian, Sertifikat kompetensi yang di keluarkan oleh LSK berlaku pengakuannya seumur hidup dengan catatan tidak di salah gunakan dan tidak melanggar ketentuan yang menyebabkan akan di cabutnya pengakuan sertifikasi pada seseorang.
Tugas LSK Elektronika
1. Membuat materi uji kompetensi.2. Menyediakan tenaga penguji.3. Melakukan asesmen.4. Menyusun PMUK (Pedoman Materi Uji Kompetensi)    mengacu kepada SKL (Standar Kompetensi Lulusan) dan KKNI.5. Menjaga kinerja Penguji dan TUK.6. Pengembangan skema sertifikasi.
Wewenang LSK Elektronika
1. Menetapkan biaya kompetensi.2. Menerbitkan sertifikat kompetensi.3. Mencabut/membatalkan sertifikasi kompetensi.4. Menetapkan dan memverifikasi TUK.5. Memberikan sanksi kepada penguji maupun TUK bila mereka melanggar aturan.6. Mengusulkan standar kompetensi baru.

VISIMenjadi Lembaga Sertifikasi Kompetensi yang independen, profesional, untuk menghasilkan hasil sertifikasi yang terbuka, adil, terukur dan objektif serta mampu berdaya saing global, bermoral dan unggul dalam bidangnya1. Memberikan sertifikasi kompetensi kepada seluruh peserta UJK LSK Elektronika2. Melaksanakan kebijakan sesuai pedoman4. Menerapkan sistem mutu LSK Elektronika dan melaksanakan perbaikan berkelanjutan dengan mengacu pada pedomanKemendikbud5. Mengembangkan dan menyesuaikan skema sertifikasi dengan kebutuhan dunia kerja untuk meningkatkan daya saing di

era pasar bebas. Menjadi Lembaga Sertifikasi Kompetensi yang independen, profesional, untuk menghasilkan hasil sertifikasi yang terbuka, adil, terukur dan objektif serta mampu berdaya saing global, bermoral dan unggul dalam bidangnya

MISI
1. Memberikan sertifikasi kompetensi kepada seluruh peserta UJK LSK Elektronika2. Melaksanakan kebijakan sesuai pedoman4. Menerapkan sistem mutu LSK Elektronika dan melaksanakan perbaikan berkelanjutan dengan mengacu pada pedoman Kemendikbud5. Mengembangkan dan menyesuaikan skema sertifikasi dengan kebutuhan dunia kerja untuk meningkatkan daya saing di era pasar bebas.

PROSES PELAKSANAAN UJI KOMPETENSI

Dasar Hukum:
1. Undang Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional; 2. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 dan telah diubah dengan Peraturan PemerintahNomor 66 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Pendidikan; 3. Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Pemerintah No. 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan; 4. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 70, tahun 2008 tentang Uji Kompetensi bagi Peserta Didik Kursus dan Pelatihan dari Satuan Pendidikan Nonformal atau

Koordinator
1. Ketua Bidang Pengujian dan Sertifikasi 2. Sekretaris LSK Elektronika

Tujuan: Sebagai pedoman dalam melaksanakan uji kompetensi.

Tanggung Jawab: Ketua Bidang Pengujian dan Sertifikasi bertanggungjawab atas keseluruhan proses uji kompetensi yang dilaksanakan menurut standar dan prosedur yang sudah dibuat sesuai Pedoman dan bertanggungjawab terhadap perangkat uji yang disesuaikan dengan level/jenjang uji kompetensi dan standar uji terkait.

Ruang Lingkup: Pedoman operasional standar uji kompetensi terdiri dari pendaftaran; persiapan oleh LSK, TUK, dan penguji; pelaksanaan ujian teori dan praktik; rekapitulasi hasil ujian; penetapan kelulusan; dan penerbitan sertifikat kompetensi.

Acuan: Petunjuk Teknis Penyusunan Prosedur Operasional Standar Uji Kompetensi

Pendaftaran uji kompetensi
a. Lembaga pendidikan dapat mendaftarkan peserta didiknya secara kolektif ke TUK terdekat. Bagi masyarakat umum yang belajar mandiri dapat mengikuti uji kompetensi
dengan mendaftarkan diri langsung ke TUK. Calon peserta uji kompetensi wajib menyerahkan foto kopi kartu identitas yang masih berlaku. b. Tempat uji kompetensi (TUK) mendaftarkan calon peserta uji kompetensi ke lembaga sertifikasi kompetensi dilampiri dengan: 1) Rekapitulasi calon peserta uji kompetensi sesuai dengan format yang ditetapkan LSK, dengan tembusan ke Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota; 2) Usulan jadwal pelaksanaan uji kompetensi apabila pelaksanaan uji kompetensi yang dikehendaki di luar jadwal yang ditetapkan oleh lembaga sertifikasi kompetensi, 3) Bukti setor biaya uji kompetensi ke rekening lembaga sertifikasi kompetensi sesuai yang ditetapkan LSK.

Persiapan uji kompetensi
a. Persiapan oleh LSK 1) Menyiapkan soal uji kompetensi. Soal uji kompetensi beserta kelengkapannya (lembar jawaban, CD Listening, berita acara pembukaan dokumen, dan berita acara
pelaksanaan uji kompetensi) dicetak dan diberi logo LSK. Soal uji kompetensi beserta kelengkapannya dikemas dengan aman, kuat, dan tahan air serta diberi segel
pengaman. Jumlah soal uji kompetensi beserta kelengkapannya sesuai dengan jumlah peserta uji kompetensi ditambah cadangan sebanyak 10% (sepuluh persen)
dari jumlah peserta uji kompetensi. Soal uji kompetensi beserta kelengkapannya sudah diterima TUK minimal 1 hari sebelum pelaksanaan uji kompetensi dalam kondisi
tertutup dan tersegel.
2) Menetapkan penguji yang akan ditugaskan untuk melaksanakan pengujian. Dalam menetapkan penguji, lembaga sertifikasi kompetensi perlu memperhatikan
hal-hal sebagai berikut: a) Memiliki sertifikat sebagai penguji; b) Diprioritaskan yang beralamat dekat dengan lokasi TUK
c) Melaksanakan tugas sesuai kode etik penguji.
3) Mengirimkan surat tugas kepada penguji yang berisi informasi tentang: a) Tempat dan waktu pelaksanaan uji kompetensi; b) Jumlah peserta uji kompetensi; c) Jenis uji kompetensi dan jenjang/level yang diujikan; d) Lampiran scoring sheet, rekap penilaian.
b. Persiapan oleh TUK 1) Membentuk panitia dan pengawas uji kompetensi di lingkungan TUK bersangkutan 2) Menginformasikan kepada peserta uji kompetensi sekaligus memberi kartu tanda peserta uji kompetensi setelah menerima pemberitahuan tentang waktu
pelaksanaan uji kompetensi.
3) Memberitahukan kepada Kabupaten/Kota mengenai waktu pelaksanaan uji kompetensi. 4) Menyiapkan ruangan, daftar hadir peserta dan penguji rangkap 3, dan alat-alat praktik yang dibutuhkan.
c. Persiapan oleh penguji 1) Menginformasikan dan memastikan kepada lembaga sertifikasi kompetensi tentang kesiapannya sebagai penguji. 2) Memeriksa kelengkapan berkas-berkas yang diterima dari lembaga sertifikasi kompetensi.

Pelaksanaan ujian teoria. Pengaturan ruangan
1) Setiap ruang ujian teori sekurang-kurangnya dapat menampung peserta ujian sebanyak 20 orang dengan jarak antar peserta minimal setengah meter.2) Kondisi setiap ruangan harus sesuai standar yang ditetapkan di antaranya: memiliki penerangan yang cukup, meubeler yang lengkap, dan sirkulasi udara yang baik.3) Masing-masing meja ditempel nomor dan identitas peserta.4) Setiap ruangan ditempel tata tertib dan data peserta ujian.5) Peserta uji kompetensi wajib duduk di meja dan kursi yang telah disediakan serta mengisi daftar hadir yang telah disiapkan.
b. Pembukaan soal uji kompetensi
Apabila peserta uji kompetensi sudah siap ditempat duduk masing-masing dan pengawas sudah berada di ruangan, maka pelaksanaan uji kompetensi (teori) dapat dimulai dengan pembukaan soal uji kompetensi sebagai berikut:1) Penguji dan pengawas memeriksa dokumen uji kompetensi untuk mengetahui keutuhannya, disaksikan oleh peserta uji kompetensi;2) Melakukan pengecekan isi dokumen yang mencakup:(1) jumlah soal,(2) berita acara pembukaan dokumen,(3) berita acara pelaksanaan uji kompetensi;3) Apabila ternyata dokumen rusak (segel sudah rusak dan kemasan terbuka) maka ujian dapat ditunda/dilaksanakan sesuai keputusan dari orang yang diberi tanggung jawab oleh LSK (Pengawas/Penguji).
c. Pengerjaan ujian teori
1) Penguji dan/atau pengawas membagikan soal uji kompetensi kepada peserta uji kompetensi.2) Penguji dan/atau pengawas menjelaskan tata cara dan waktu pengerjaan soal.3) Penguji dan/atau pengawas tidak diperkenankan membantu peserta mengerjakan soal.Apabila ada soal yang tidak jelas maka penguji dapat memberikan penjelasan seperlunya.4) Setelah pengerjaan ujian selesai maka soal dan lembar jawaban dikumpulkan dan selanjutnya lembar jawaban dibawa oleh penguji sedangkan lembar soal dimusnahkan atau dikembalikan ke LSK melalui petugas yang ditunjuk oleh LSK.
Pelaksanaan ujian praktik
a. Penyiapan ujian praktik Speaking1) TUK menyiapkan ruangan ujian praktik Speaking, menempelkan daftar peserta Ujian Praktik di setiap ruangan praktik.2) Penguji memeriksa kelengkapan bahan dan alat uji kompetensi sebelum ujian praktik dilaksanakan.Jika tidak sesuai dan/atau tidak lengkap, penguji berkoordinasi dengan TUK dan LSK akan meng-email-kan bahan dan/atau alat sebagaimana seharusnya.3) Panitia uji kompetensi mengatur urutan peserta secara berpasangan.
b. Pengaturan peserta uji kompetensi1) Setiap peserta diberi nomor ujian peserta.2) Penguji dan/atau panitia uji kompetensi memberikan penjelasan seputar pelaksanaan ujian praktik.
c. ujian praktik1) Pelaksanaan dan penilaian ujian praktik diserahkan sepenuhnya kepada penguji dengan menggunakan scoring shett /format penilaian yang diberlakukan oleh lembaga sertifikasi kompetensi.2) Panitia ujian memanggil peserta secara berpasangan untuk memasuki ruangan ujian praktik3) Penguji memeriksa dan mencocokkan identitas peserta; jika tidak sesuai peserta ditolak untuk mengikuti ujian praktik Speaking.4) Penguji mendokumentasikan proses dan hasil penilaian sebagai bukti untuk mengolah hasil ujian praktik.5) Apabila ujian praktik sudah selesai maka penguji membuat berita acara pelaksanaan ujian praktik.
Rekapitulasi hasil ujian
a. Hasil uji kompetensi teori dan praktik dilaporkan oleh penguji sesuai format standar yang ditetapkan oleh lembaga sertifikasi kompetensi.b. Hasil uji kompetensi dituangkan dalam bentuk berita acara penilaian yang memberikan rekomendasi kepada lembaga sertifikasi kompetensi sebagai bahan pertimbangan untuk menetapkan kompetensi peserta uji kompetensi.c. Penguji menyerahkan hasil uji kompetensi kepada lembaga sertifikasi kompetensi dilengkapi dengan berita acara dan rekapitulasi hasil uji kompetensi paling lambat 5 (lima) hari kerja setelah pelaksanaan ujian.
Penetapan kelulusan
a. Waktu penetapan kelulusan maksimal 7 (tujuh) hari kerja setelah pelaksanaan ujian.b. Master Penguji, Ketua LSK, Sekretaris, dan Kepala Bidang Uji Kompetensi dan Sertifikasi melakukan Pleno mempelajari dan membahas hasil ujian teori dan praktik yang dilaporkan oleh penguji.c. Lembaga sertifikasi kompetensi menerbitkan surat penetapan peserta yang lulus/tidak lulus uji kompetensi berdasarkan rekomendasi hasil penilaian dari penguji.d. Surat penetapan hasil uji kompetensi dikirim ke TUK untuk diinformasikan kepada peserta uji kompetensi dengan tembusan Direktorat Kursus dan Pelatihan.
Penerbitan sertifikat kompetensi
a. Lembaga sertifikasi kompetensi mengajukan surat permohonan blanko sertifikat kompetensi kepada Direktorat Kursus dan Pelatihan dengan melampirkan surat penetapan hasil uji kompetensi dengan menggunakan format yang sudah ditetapkan Direktorat Kursus dan Pelatihan.b. Direktorat Kursus dan Pelatihan memberikan blanko sertifikat kepada lembaga sertifikasi kompetensi sesuai dengan jumlah peserta yang dinyatakan lulus uji kompetensi.c. Penulisan blanko sertifikat dilakukan oleh lembaga sertifikasi kompetensi dan ditandatangani oleh Ketua LSK, Transkrip Nilai ditandangani oleh Ketua Bisang pengujian dan Sertifikasi sesuai dengan petunjuk teknis penulisan sertifikat.d. Sertifikat kompetensi dicatat dalam buku besar data uji kompetensi oleh LSK, dan dikirimkan ke TUK untuk diserahkan kepada peserta yang dinyatakan lulus uji kompetensi.e. Penerbitan sertifikat kompetensi paling lambat 30 hari kerja setelah pelaksanaan ujian.f. Apabila dalam 30 hari kerja sertifikat belum terbit, maka LSK menerbitkan surat keterangan kompeten bagi peserta yang dinyatakan kompeten.